Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi, lembaga perlu menyusun dan mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Oleh karena itu, Unit Penjaminan Mutu menyelenggarakan workshop penyusunan SPMI yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan unit terkait konsep, prosedur, serta teknik penyusunan dokumen SPMI berbasis Risiko.sesuai dengan Permendiktisaintek No 39 Tahun 2025.
Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 12-14 September 2025 di ruang munaqasah STAI Hubbulwathan Duri
Pelatihan ini diselenggarakan oleh BestQ dengan menghadirkan narasumber ahli dalam bidang Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Berbasis Risiko.
Materi yang dihadirkan dalam pelatihan ini adalah :
- Materi dan Praktik Menyusun Kebijakan SPMI Berbasis Risiko
- Materi dan Praktik Pedoman Siklus SPMI berbasis Risiko,
- Materi dan Praktik Penyusunan Standar SPMI Berbasis Risiko
- Materi dan Praktik Tata Cara Pendokumentasian SPMI Berbasis Risiko
Peserta yang terdiri dari ketua, wakil ketua, UPM, dosen, dan pengelola program studi terlihat sangat antusias. Diskusi berlangsung hangat terutama mengenai tantangan dalam mengimplementasikan dokumen SPMI berbasis risiko di lingkungan prodi. Beberapa peserta menyoroti perlunya komitmen pimpinan dan konsistensi pelaksanaan agar dokumen yang disusun tidak hanya berhenti di atas kertas
Pelatihan ditutup dengan kesimpulan bahwa dokumen SPMI Berbasis Risiko adalah instrumen penting dalam menjamin mutu perguruan tinggi yang adaptif terhadap perubahan regulasi, kebutuhan pemangku kepentingan, serta dinamika global.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh unit kerja di STAI Hubbulwathan Duri mampu menghasilkan dokumen SPMI yang tidak hanya memenuhi standar administrasi, tetapi juga benar-benar menjadi panduan strategis dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.







